tenang...
Demi ketenangan hati dan pikiran. aku sengaja membiarkan beberapa orang keliru tentang aku. aku diam, sebenarnya bukan karena aku takut atau tidak berdaya. melainkan hasil dari pengendalian diri.
Aku ingat bagaimana aku dibicarakan, aku juga memahami dengan baik, bagaimana aku di perlakukan.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lebih sulit menahan untuk tidak membalas ketimbang membalas. Lebih tangguh tidak goyah daripada terpancing amarah. Ilmu tenang itu mahal. Datangnya dari badai yang hebat, dan tidak semua orang mampu memilikinya.
Jangan sampai kamu jadi penyebab seseorang duduk di atas sajadah dan mengadukan perlakuanmu pada sang pencipta.
Perempuan, jika bukan agama dan keimanan yang jadi pegangannya mungkin ia bisa di buat hancur karena cintanya. Pulihlah bersama Allah, sibukkan diri dengan ketaatan, lupakan karena Allah, dan semoga Allah menggantinya dengan yang lebih.
Komentar
Posting Komentar